Sabtu, 22 Juni 2013

sorry (chapter 1)

Diposting oleh Alvina Alicia di 23.34
tittle :                                                                sorry (chapter 1)
author :  @Alvinaalicia
Genre : Family, Hurt, friendship
warning : gaje dan abal - abal hehe

-oOo-  Happy Reading  -oOo-


Dari luar, Terdengar derup langkah yang memecahkan keheningan. Suara itu semakin dekat dan dekat didalam aku memeluk erat tubuh ibuku dan sangat erat

Duarr .. duarr ..

Orang itu melepaskan tembakan nya lepas ke langit seakan memberi peringatan. Disitu ketakutan kami mulai memuncak langkah nya semakin dekat dan dekat. Di dalam rasa cemas dan kepanikan kami menyeruak “nak cepat kau larii! Ibu akan alihkan perhatian perampok itu” sahut ibuku dengan raut wajah yang panik. “tidak mau!! Aku tidak ingin terjadi apa-apa denganmu bu!” aku langsung mempererat lagi pelukanku seakan tak mau pisah dengan ibuku “nak cepatt..” gagang pintu mulai bergerak sepertinya para perampok itu mulai membuka pintu dan ingin masuk kedalam. rasa panik kami mulai memuncak “cepaaatt naakk..” ibuku berusaha melepaskan pelukanku. “cepat kau lari keluar lewat pintu belakang cepat!” pintu itu kian hampir terbuka terpaksa aku meninggalkan ibuku didalam sendirian. air mata kian menodai menggenangi dan aku segera keluar lewat pintu belakang dan segera mengumpat

Duarrrr .. duaarrr ...

Suara tembakan itu terdengar lagi aku mengumpat dibalik disemak semak rumput taman belakang. batinku mulai menjerit. Semoga perampok itu tidak membunuh ibuku yang ada didalam. 5 menit berlalu Aku sudah tak tahan dan segera memeriksa keadaan didalam . aku segera melangkahkan kakiku kedalam  tampak puing-puing perabotan yang berantakan dan pecahan-pecahan kaca yang berserakan. Aku segera mencari keberadaan ibuku. Aku mengamati sekitar sepertinya perampok itu sudah pergi dan aku terdiam terpaku seakan tak percaya ibu ku terbaring dilantai dengan berlumuran darah “ibuuuuuuu..” aku segera memeluk erat tubuh ibuku yang tergeletak tak berdaya. Batinku seakan teriris melihat wanita yang aku sayangi kini tergeletak berlumura darah. Aku menangis dipelukannya beberapa saat kemuadian betapa bahagianya aku tiba-tiba matanya terbuka perlahan sekuat tenaga ia membuka matanya “nak, mungkin ibu akan pergi dan ibu tidak mau kau sendiri, kau harus cari ayahmu dan tinggallah bersamanya” ibuku mengatakannya dengan terbata-bata “aku menggenggam erat tangan ibuku yang dalam kondisi sekarat “ibuuu jangan pergiiii”
“jaga dirimu ya dear” ibuku tersenyum dan tak lama kemudian perlahan matanya mulai terpejam lagi dan kini ia telah tenang dialam sana


0 komentar:

Posting Komentar

 

We Are Teen Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting