tittle : sorry (chapter 1)
author : @Alvinaalicia
Genre : Family, Hurt, friendship
warning : gaje dan abal - abal hehe
-oOo- Happy Reading -oOo-
Dari luar, Terdengar derup
langkah yang memecahkan keheningan. Suara itu semakin dekat dan dekat didalam aku
memeluk erat tubuh ibuku dan sangat erat
Duarr .. duarr ..
Orang itu melepaskan
tembakan nya lepas ke langit seakan memberi peringatan. Disitu ketakutan kami
mulai memuncak langkah nya semakin dekat dan dekat. Di dalam rasa cemas dan
kepanikan kami menyeruak “nak cepat kau larii! Ibu akan alihkan perhatian
perampok itu” sahut ibuku dengan raut wajah yang panik. “tidak mau!! Aku tidak ingin
terjadi apa-apa denganmu bu!” aku langsung mempererat lagi pelukanku seakan tak
mau pisah dengan ibuku “nak cepatt..” gagang pintu mulai bergerak sepertinya
para perampok itu mulai membuka pintu dan ingin masuk kedalam. rasa panik kami
mulai memuncak “cepaaatt naakk..” ibuku berusaha melepaskan pelukanku. “cepat
kau lari keluar lewat pintu belakang cepat!” pintu itu kian hampir terbuka terpaksa
aku meninggalkan ibuku didalam sendirian. air mata kian menodai menggenangi dan
aku segera keluar lewat pintu belakang dan segera mengumpat
Duarrrr .. duaarrr ...
Suara tembakan itu terdengar
lagi aku mengumpat dibalik disemak semak rumput taman belakang. batinku mulai
menjerit. Semoga perampok itu tidak membunuh ibuku yang ada didalam. 5 menit
berlalu Aku sudah tak tahan dan segera memeriksa keadaan didalam . aku segera
melangkahkan kakiku kedalam tampak
puing-puing perabotan yang berantakan dan pecahan-pecahan kaca yang berserakan.
Aku segera mencari keberadaan ibuku. Aku mengamati sekitar sepertinya perampok
itu sudah pergi dan aku terdiam terpaku seakan tak percaya ibu ku terbaring
dilantai dengan berlumuran darah “ibuuuuuuu..” aku segera memeluk erat tubuh
ibuku yang tergeletak tak berdaya. Batinku seakan teriris melihat wanita yang
aku sayangi kini tergeletak berlumura darah. Aku menangis dipelukannya beberapa
saat kemuadian betapa bahagianya aku tiba-tiba matanya terbuka perlahan sekuat
tenaga ia membuka matanya “nak, mungkin ibu akan pergi dan ibu tidak mau kau
sendiri, kau harus cari ayahmu dan tinggallah bersamanya” ibuku mengatakannya
dengan terbata-bata “aku menggenggam erat tangan ibuku yang dalam kondisi
sekarat “ibuuu jangan pergiiii”
“jaga dirimu ya dear” ibuku
tersenyum dan tak lama kemudian perlahan matanya mulai terpejam lagi dan kini
ia telah tenang dialam sana
0 komentar:
Posting Komentar