Senin, 24 Juni 2013

Don't You Remember (chapter 1)

Diposting oleh Alvina Alicia di 09.19
Diatap sekolah, tempat yang nyaman, sunyi dan tentram tanpa ada gangguan riuhan murid-murid yang berlalu-lalang. Gadis itu terus menunduk menatap sesuatu yang dipegangnya nampak sebuah foto, sesekali ia menggit bagian dalam bibirnya dan tak lama kemudia pipi cantiknya terbasahi oleh tetesan air mata yang keluar dari mata hazelnya. Ia terus memperhatikan foto seakan tak kuat menahan kesedihan “andai kau masih disini” batin gadis yang bernama misa itu menatap lembut foto yang dipegangnya dengan lirih
Flashback
Malam itu, dua orang anak berbaring di salah satu akar pohon yang besar. Meskipun langit pekat oleh warna hitam , masih terlihat jelas oleh mereka bintang-bintang bertebaran di langit malam.
Kedua anak itu begitu gembira menyaksikan para bintang yang jauh di mata. Terlalu jauh sampai hanya terlihat berupa titik bersinar. Namun, hal itulah yang membuat kedua anak itu berandai-andai kepada para bintang yang terlihat kecil.
"Andai aku bisa bersama bintang," ucap Ryuzaki.
Bintang kecil, di langit yang tinggi
Amat banyak, menghias angkasa
Aku ingin, terbang dan menari
jauh tinggi ke tempat kau berada
Ryuzaki dan Misa menari-nari di bawah sentuhan sinar bulan. Kedua tangan mereka saling menggenggam satu sama lain, lalu berputar-putar sambil sedikit loncat. Dari mulut mereka, keluar suatu nyanyian kecil untuk bintang.
Mereka berdua benar-benar terlihat gembira. Tarian berubah-ubah. Ada saat mereka melambai-lambai sambil berputar. Ada saat mereka menari dengan cara memutari pohon sambil sedikit loncat. Ada pula saat mereka juga memutari pohon, namun dengan mengepakkan tangan.
Masa kecil yang indah bagi Ryuzaki dan Misa. Dua orang anak menghabiskan malam itu dengan menatap bintang, menyanyi untuk bintang, dan menari untuk bintang. Namun malam petaka itu datang, disaat mereka sedang bermain dan bercanda, Ryuzaki terpaksa pindah ke perancis atas kehendak orang tuanya. Dan akhirnya Misa menjadi gadis penyendiri hidupnya rapuh tanpa kehadiran Ryuzaki disisinya. Tak adalagi senyuman yang selalu menghiasi pipinya, yang ada hanya air mata yang selalu menodai wajah cantiknya. Sudah 10 tahun semenjak Ryuzaki meninggalkannya mereka tidak bertemu lagi.
End flashback
 Semenjak saat itu gadis yang tadinya periang menjadi seorang gadis yang pemurung, ia tampak seorang anak yang penyendiri dimata teman-temannya. Langit cerah terasa berkabut tanpa sesosok ryuzaki disisinya. Tiba-tiba badannya mulai melemas dan pandangannya sudah mulai buyar ia terus meronta berusaha kuat, ia memegang kuat bangku yang didudukinya tapi apalah daya, kondisinya saat ini sedang tidak baik karena akhir-akhir ini ia sering memikirkan ryuzaki, sehingga ia harus menjalani malam dengan insomnia dan waktu istirahatnya kurang, dan mungkin penyakit leukimia akutnya kambuh saat ini.
-          oOo  –
“dimana aku sekarang?” gadis pirang yang bernama misa itu perlahan membuka matanya bola mata hazelnya yang indah kian nampak. Ia mulai siuman setelah tadi ia pingsan diatap sekolah. Ia berusaha bangkit ia terus meronta, tapi apalah daya badannya belum pulih betul karena kejadian tadi
“kau sudah siuman? Kenapa kau tadi pingsan? kau harus banyak istirahat” misa melihat pemuda berambut hitam dari jauh mendatangi dirinya. Ia kemudian berusaha berdiri, belum menjawab pertaayaan pemuda yang datang tersebut. Setelah dapat duduk dengan baik misa menjelaskan alasan kenapa ia dapat terbaring di situ kepada pria yang datang tadi. Misa sedikit meronta namun ia tidak dapat berbuat banyak karena kepalanya masih terasa pusing. “siapa kau” ia mengerutkan dahinya karena belum pernah melihat pemuda itu sebelumnya
“aku light dari kelas sebelah, ya pantas saja kau belum melihatku sebelumnya karena aku masih anak baru sekitar 2 hari yang lalu. Oiya tadi aku sedang melihat-lihat kesekitar sekolah dan kebetulan aku menemukan kamu sedang pingsan diatap sekolah tadi. Ya jadi aku gendong kamu ke UKS. Siapa namamu?” pria itu mengulurkan tangannya sebagai tanda perkenalan.
Misapun segera menjabat uluran tangan light “namaku misa”
“oh ok aku balik kekelas dulu. Jaga kondisimu baik-baik jangan sampai kejadian ini terjadi lagi” pria itu segera melangkahkan kakinya keluar dari ruang UKS dan berniat melanjutkan pelajarannya
Misa menatap pria itu sampai jejaknya hilang menjauh “pria yang ramah” batin misa, entah ada perasaan lain yang berlalu lalang dipikirannya. mengapa ia nyaman berada didekatnya tapi entahlah ia tak mau memikirkannya sekarang yang ia butuhkan sekarang adalah istirahat yang cukup
Light berjalan sambil melamun. Berbagai pemikiran berlalu-lalang di benaknya. Ia menemukan hal ganjil yang ada pada diri gadis pirang tadi. Namun ia belum bisa menemukan jawabannya. Ia tidak tahu keganjilan apa itu. Ia tidak tahu mengapa ia bisa merasakan keganjilan itu. Dan ia juga tidak tahu mengapa gadis itumembuatnya gugup. Padahal gadis itu tidak melakukan apapun yang salah. Light lalu menepis semua pemikiran yang di anggapnya tidak penting itu lalu segera masuk ke kelas. Melanjutkan pelajarannya.
-          Keesokan harinya -
Seperti biasa waktu istirahat dihabiskan gadis pirang yang bernama misa itu pergi ke atap sekolah untuk menatap foto yang selalu ia tangisi. Ia selalu mengingat kenangan tentang ryuzaki yang selalu menghantui pikirannya. Entah ia belum bisa mengikhlaskan kepergian teman masa kecilnya itu pergi keamerika dan sudah 10 tahun semenjak ia berpisah. mereka belum pernah bertemu lagi.
“sepertinya kau butuh ini” tiba-tiba seorang pria berdiri didepannya yang sedang murung itu sambil mengulurkan sapu tangan, lalu misapun mengangkat wajahnya dan mencoba menoleh siapa pria yang datang itu. Setelah ia menengok oh ternyata pria yang datang itu adalah pemuda yang kemarin menolongnya. Pria itu langsung memposisikan dirinya duduk disamping misa.
“kenapa kau kesini?” misa membuka pembicaraan. “tidak, hanya saja aku suka tempat ini nyaman, sunyi, dan tentram tanpa ada keramaian murid-murid dan tempat inilah yang aku butuhkan” ucap pria itu yang bernama light sembari menatap langit yang terbentang dihadapannya. “ohhh..” respon misa singkat
“Oiya siapa pria yang ada difoto itu?” light menatap foto yang dipegang misa dengan penuh tanda tanya dipikirannya.
“ohh ini? Ini foto temanku dulu namanya ryuzaki entah akhir-akhir ini aku merindukannya karena sudah cukup lama aku tidak bertemu dengannya” jawab misa memeluk lututnya
Ada sedikit rasa kecewa dihati light karena hati gadis pirang itu sudah terisi oleh pria lain. Sepertinya pria yang ada difoto itu sangat berarti sekali untuk gadis pirang yang bernama misa itu sehingga ia murung seperti itu. “sepertinya kau sangat menukainya” light tersenyum tapi dibatinya lirih dan dibalas anggukan dari misa.
Teng tong teng..

Akhirnya bel istirahat berbunyi

0 komentar:

Posting Komentar

 

We Are Teen Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting