Diatap sekolah, tempat yang
nyaman, sunyi dan tentram tanpa ada gangguan riuhan murid-murid yang
berlalu-lalang. Gadis itu terus menunduk menatap sesuatu yang dipegangnya
nampak sebuah foto, sesekali ia menggit bagian dalam bibirnya dan tak lama
kemudia pipi cantiknya terbasahi oleh tetesan air mata yang keluar dari mata
hazelnya. Ia terus memperhatikan foto seakan tak kuat menahan kesedihan “andai
kau masih disini” batin gadis yang bernama misa itu menatap lembut foto yang
dipegangnya dengan lirih
Flashback
Malam itu, dua orang anak berbaring di salah satu akar
pohon yang besar. Meskipun langit pekat oleh warna hitam , masih terlihat jelas
oleh mereka bintang-bintang bertebaran di langit malam.
Kedua anak itu begitu gembira menyaksikan para bintang
yang jauh di mata. Terlalu jauh sampai hanya terlihat berupa titik bersinar.
Namun, hal itulah yang membuat kedua anak itu berandai-andai kepada para
bintang yang terlihat kecil.
"Andai aku bisa bersama bintang," ucap Ryuzaki.
Bintang kecil, di langit yang tinggi
Amat banyak, menghias angkasa
Aku ingin, terbang dan menari
jauh tinggi ke tempat kau berada
Ryuzaki dan Misa menari-nari di bawah
sentuhan sinar bulan. Kedua tangan mereka saling menggenggam satu sama lain,
lalu berputar-putar sambil sedikit loncat. Dari mulut mereka, keluar suatu
nyanyian kecil untuk bintang.
Mereka berdua benar-benar terlihat gembira.
Tarian berubah-ubah. Ada saat mereka melambai-lambai sambil berputar. Ada saat
mereka menari dengan cara memutari pohon sambil sedikit loncat. Ada pula saat
mereka juga memutari pohon, namun dengan mengepakkan tangan.
Masa kecil yang indah bagi Ryuzaki dan Misa.
Dua orang anak menghabiskan malam itu dengan menatap bintang, menyanyi untuk
bintang, dan menari untuk bintang. Namun malam petaka itu datang, disaat mereka
sedang bermain dan bercanda, Ryuzaki terpaksa pindah ke perancis atas kehendak
orang tuanya. Dan akhirnya Misa menjadi gadis penyendiri hidupnya rapuh tanpa
kehadiran Ryuzaki disisinya. Tak adalagi senyuman yang selalu menghiasi
pipinya, yang ada hanya air mata yang selalu menodai wajah cantiknya. Sudah 10
tahun semenjak Ryuzaki meninggalkannya mereka tidak bertemu lagi.
End flashback
Semenjak saat itu gadis yang tadinya periang
menjadi seorang gadis yang pemurung, ia tampak seorang anak yang penyendiri
dimata teman-temannya. Langit cerah terasa berkabut tanpa sesosok ryuzaki
disisinya. Tiba-tiba badannya mulai melemas dan pandangannya sudah mulai buyar ia
terus meronta berusaha kuat, ia memegang kuat bangku yang didudukinya tapi
apalah daya, kondisinya saat ini sedang tidak baik karena akhir-akhir ini ia
sering memikirkan ryuzaki, sehingga ia harus menjalani malam dengan insomnia
dan waktu istirahatnya kurang, dan mungkin penyakit leukimia akutnya kambuh
saat ini.
-
oOo –
“dimana aku sekarang?” gadis
pirang yang bernama misa itu perlahan membuka matanya bola mata hazelnya yang
indah kian nampak. Ia mulai siuman setelah tadi ia pingsan diatap sekolah. Ia berusaha
bangkit ia terus meronta, tapi apalah daya badannya belum pulih betul karena
kejadian tadi
“kau sudah siuman? Kenapa kau tadi pingsan? kau harus
banyak istirahat” misa melihat pemuda berambut hitam dari jauh
mendatangi dirinya. Ia kemudian berusaha berdiri, belum menjawab pertaayaan
pemuda yang datang tersebut. Setelah dapat duduk dengan baik misa menjelaskan
alasan kenapa ia dapat terbaring di situ kepada pria yang datang tadi. Misa sedikit
meronta namun ia tidak dapat berbuat banyak karena kepalanya masih terasa
pusing. “siapa kau” ia mengerutkan dahinya karena belum pernah melihat pemuda
itu sebelumnya
“aku light dari kelas
sebelah, ya pantas saja kau belum melihatku sebelumnya karena aku masih anak
baru sekitar 2 hari yang lalu. Oiya tadi aku sedang melihat-lihat kesekitar
sekolah dan kebetulan aku menemukan kamu sedang pingsan diatap sekolah tadi. Ya
jadi aku gendong kamu ke UKS. Siapa namamu?” pria itu mengulurkan tangannya
sebagai tanda perkenalan.
Misapun segera menjabat
uluran tangan light “namaku misa”
“oh ok aku balik kekelas
dulu. Jaga kondisimu baik-baik jangan sampai kejadian ini terjadi lagi” pria
itu segera melangkahkan kakinya keluar dari ruang UKS dan berniat melanjutkan
pelajarannya
Misa menatap pria itu sampai
jejaknya hilang menjauh “pria yang ramah” batin misa, entah ada perasaan lain
yang berlalu lalang dipikirannya. mengapa ia nyaman berada didekatnya tapi
entahlah ia tak mau memikirkannya sekarang yang ia butuhkan sekarang adalah
istirahat yang cukup
Light berjalan sambil melamun. Berbagai pemikiran
berlalu-lalang di benaknya. Ia menemukan hal ganjil yang ada pada diri gadis
pirang tadi. Namun ia belum bisa menemukan jawabannya. Ia tidak tahu keganjilan
apa itu. Ia tidak tahu mengapa ia bisa merasakan keganjilan itu. Dan ia juga
tidak tahu mengapa gadis itumembuatnya gugup. Padahal gadis itu tidak melakukan
apapun yang salah. Light lalu menepis semua pemikiran yang di anggapnya tidak
penting itu lalu segera masuk ke kelas. Melanjutkan pelajarannya.
-
Keesokan harinya -
Seperti biasa waktu
istirahat dihabiskan gadis pirang yang bernama misa itu pergi ke atap sekolah untuk
menatap foto yang selalu ia tangisi. Ia selalu mengingat kenangan tentang
ryuzaki yang selalu menghantui pikirannya. Entah ia belum bisa mengikhlaskan
kepergian teman masa kecilnya itu pergi keamerika dan sudah 10 tahun semenjak
ia berpisah. mereka belum pernah bertemu lagi.
“sepertinya kau butuh ini”
tiba-tiba seorang pria berdiri didepannya yang sedang murung itu sambil
mengulurkan sapu tangan, lalu misapun mengangkat wajahnya dan mencoba menoleh
siapa pria yang datang itu. Setelah ia menengok oh ternyata pria yang datang
itu adalah pemuda yang kemarin menolongnya. Pria itu langsung memposisikan
dirinya duduk disamping misa.
“kenapa kau kesini?” misa
membuka pembicaraan. “tidak, hanya saja aku suka tempat ini nyaman, sunyi, dan
tentram tanpa ada keramaian murid-murid dan tempat inilah yang aku butuhkan”
ucap pria itu yang bernama light sembari menatap langit yang terbentang
dihadapannya. “ohhh..” respon misa singkat
“Oiya siapa pria yang ada
difoto itu?” light menatap foto yang dipegang misa dengan penuh tanda tanya
dipikirannya.
“ohh ini? Ini foto temanku
dulu namanya ryuzaki entah akhir-akhir ini aku merindukannya karena sudah cukup
lama aku tidak bertemu dengannya” jawab misa memeluk lututnya
Ada sedikit rasa kecewa
dihati light karena hati gadis pirang itu sudah terisi oleh pria lain. Sepertinya
pria yang ada difoto itu sangat berarti sekali untuk gadis pirang yang bernama
misa itu sehingga ia murung seperti itu. “sepertinya kau sangat menukainya”
light tersenyum tapi dibatinya lirih dan dibalas anggukan dari misa.
Teng tong teng..
Akhirnya bel istirahat
berbunyi
0 komentar:
Posting Komentar